//dari pinterest

Sistem Operasi Dalam Flashdisk


Sekarang memang zamannya serba portable. Jika dulu sebuah perangkat komputer bisa dipindahkan dari rumah ke rumah lain menggunakan truk, sekarang perangkat komputer bisa dibuat kalung (bayangin  Saikoji yang pake kalung hardisk, hehe). Memang benar adanya, komputer awal berukuran bisa sampai almari, berkembang menjadi lebih kecil sebagai komputer desktop, komputer jinjing atau laptop, dan sekarang komputer hanya sebesar flashdisk.

Ada dua macam komputer portable seperti flashdisk ini. Pertama adalah jenis yang sudah komplit artinya sudah ada Sistem Operasi, media penyimpanan internal, RAM, Bluetooth. Jenis ini hanya membutuhkan monitor yang memiliki HDMI, mouse dan keyboard dengan bluetooth. Jenis ini dijual dipasaran dengan bervariasi sistem operasi, ada yang Windows 8.1 ada yang memakai Ubuntu. Harganya pun cukup bervariasi sekitar 1 sampai 2 jutaan tergantung spesifikasi di dalamnya.

Jenis yang kedua adalah flashdisk biasa yang diisi sistem operasi bahasa kerennya Live USB. Sistem operasi yang bisa diinstal bisa berjenis Windows dan Linux. Versi Windows yang bisa diinstal mulai dari 7, 8 dan 10 menggunakan aplikasi WinToUSB. Flashdisk yang bisa dipakai instal Windows 7 berjenis USB 2.0. Sedangkan untuk Windows 8 dan 10 berjenis USB 3.0. Hal ini disebabkan karena jenis USB 3.0 lebih cepat dalam pembacaan dan penulisan data.

Versi Linux yang bisa untuk live usb adalah hampir semua jenis Linux. Tapi kebanyakan hanya bisa menyimpan data sementara. Booting dengan USB sampai ke desktop distro Linux yang diinstal, menjalankan aplikasi-aplikasi di dalamnya, menyimpan data atau file. Maka setelah sistem dimatikan, semua yang kita kerjakan di desktop Linux tadi akan hilang. Hal ini karena fungsi distro ini hanya untuk mencoba atau mencocokkan hardware komputer dengan perangkat lunak distro linux tersebut. Jika dirasa cocok dan baik maka bisa segera diinstal di hardisk komputer yang bersangkutan.

Tidak semua distro linux Live USB bersifat sementara seperti penjelasan di atas. Ada beberapa distro Linux yang bisa menyimpan aktifitas kita di desktop seperti meyimpan document, menginstal aplikasi dan sebagainya. Jadi jika kita beraktifitas di sebuah komputer dan menginstal sebuah aplikasi Libre Office, maka kita akan bisa memakai aplikasi Libre Office di komputer yang lain dengan catatan menggunakan Flashdisk yang sama.

Jika ingin memakai perangkat komputer berjenis yang kedua ini, user harus memiliki flashdisk minimal 1 Gb (ukuran yang sama atau di bawah 1Gb sudah jarang ditemui), atau menggunakan SD Card yang tentunya perangkat komputer harus ada slot SD Cardnya. Flashdisk yang sudah diisi Sistem Operasi Linux ini bisa dipakai bekerja di komputer-komputer lain yang sudah ada sistem operasinya tanpa menghilangkan atau merusak sistem operasi yang ada di dalam komputer tersebut. Jadi cara kerja Flashdisk ini hanya berisi sistem operasi, sedangkan perangkat keras input dan outputnya bisa meminjam komputer lain.

Sistem operasi linux yang support dengan yang saya maksud di atas adalah SLAX dan KNOPPIX. Kedua sistem operasi ini saya pakai saat hardisk saya rusak karena bad sector. Kelebihan keduanya adalah bisa dipakai untuk pekerjaan office, menyalakan musik dan video, berselancar di dunia maya, atau menyelamatkan data di komputer yang error. Kelebihan lainnya adalah ukurannya yang cenderung kecil, untuk SLAX tidak sampai 200 Mb, sedangkan Knoppix yang berjenis CD berukuran sekitar 700 Mb. Mungkin masih ada jenis distro lain yang berjenis seperti ini yang belum saya jumpai. Dari kedua jenis tersebut yang paling saya sukai adalah Knoppix karena sampai artikel ini saya tulis, pengembang Knoppix masih mengembangkan sistem operasi ini, jadi aplikasi-aplikasi yang bisa berjalan lebih up to date.

Ada lagi sistem operasi penyelamat data yang bisa diinstal di flashdisk yaitu Hirens Boot. Sistem operasi ini dikembang dengan ukuran yang kecil tapi lumayan lengkap untuk menyelamatkan data, menghilangkan virus, memperbaiki hardisk dan lain sebagainya.


Demikian artikel mengenai sistem operasi dalam flashdisk, semoga bermanfaat.

Post a Comment