//dari pinterest

Sistem Operasi Dalam Flashdisk


Sekarang memang zamannya serba portable. Jika dulu sebuah perangkat komputer bisa dipindahkan dari rumah ke rumah lain menggunakan truk, sekarang perangkat komputer bisa dibuat kalung (bayangin  Saikoji yang pake kalung hardisk, hehe). Memang benar adanya, komputer awal berukuran bisa sampai almari, berkembang menjadi lebih kecil sebagai komputer desktop, komputer jinjing atau laptop, dan sekarang komputer hanya sebesar flashdisk.

Ada dua macam komputer portable seperti flashdisk ini. Pertama adalah jenis yang sudah komplit artinya sudah ada Sistem Operasi, media penyimpanan internal, RAM, Bluetooth. Jenis ini hanya membutuhkan monitor yang memiliki HDMI, mouse dan keyboard dengan bluetooth. Jenis ini dijual dipasaran dengan bervariasi sistem operasi, ada yang Windows 8.1 ada yang memakai Ubuntu. Harganya pun cukup bervariasi sekitar 1 sampai 2 jutaan tergantung spesifikasi di dalamnya.

Jenis yang kedua adalah flashdisk biasa yang diisi sistem operasi bahasa kerennya Live USB. Sistem operasi yang bisa diinstal bisa berjenis Windows dan Linux. Versi Windows yang bisa diinstal mulai dari 7, 8 dan 10 menggunakan aplikasi WinToUSB. Flashdisk yang bisa dipakai instal Windows 7 berjenis USB 2.0. Sedangkan untuk Windows 8 dan 10 berjenis USB 3.0. Hal ini disebabkan karena jenis USB 3.0 lebih cepat dalam pembacaan dan penulisan data.

Versi Linux yang bisa untuk live usb adalah hampir semua jenis Linux. Tapi kebanyakan hanya bisa menyimpan data sementara. Booting dengan USB sampai ke desktop distro Linux yang diinstal, menjalankan aplikasi-aplikasi di dalamnya, menyimpan data atau file. Maka setelah sistem dimatikan, semua yang kita kerjakan di desktop Linux tadi akan hilang. Hal ini karena fungsi distro ini hanya untuk mencoba atau mencocokkan hardware komputer dengan perangkat lunak distro linux tersebut. Jika dirasa cocok dan baik maka bisa segera diinstal di hardisk komputer yang bersangkutan.

Tidak semua distro linux Live USB bersifat sementara seperti penjelasan di atas. Ada beberapa distro Linux yang bisa menyimpan aktifitas kita di desktop seperti meyimpan document, menginstal aplikasi dan sebagainya. Jadi jika kita beraktifitas di sebuah komputer dan menginstal sebuah aplikasi Libre Office, maka kita akan bisa memakai aplikasi Libre Office di komputer yang lain dengan catatan menggunakan Flashdisk yang sama.

Jika ingin memakai perangkat komputer berjenis yang kedua ini, user harus memiliki flashdisk minimal 1 Gb (ukuran yang sama atau di bawah 1Gb sudah jarang ditemui), atau menggunakan SD Card yang tentunya perangkat komputer harus ada slot SD Cardnya. Flashdisk yang sudah diisi Sistem Operasi Linux ini bisa dipakai bekerja di komputer-komputer lain yang sudah ada sistem operasinya tanpa menghilangkan atau merusak sistem operasi yang ada di dalam komputer tersebut. Jadi cara kerja Flashdisk ini hanya berisi sistem operasi, sedangkan perangkat keras input dan outputnya bisa meminjam komputer lain.

Sistem operasi linux yang support dengan yang saya maksud di atas adalah SLAX dan KNOPPIX. Kedua sistem operasi ini saya pakai saat hardisk saya rusak karena bad sector. Kelebihan keduanya adalah bisa dipakai untuk pekerjaan office, menyalakan musik dan video, berselancar di dunia maya, atau menyelamatkan data di komputer yang error. Kelebihan lainnya adalah ukurannya yang cenderung kecil, untuk SLAX tidak sampai 200 Mb, sedangkan Knoppix yang berjenis CD berukuran sekitar 700 Mb. Mungkin masih ada jenis distro lain yang berjenis seperti ini yang belum saya jumpai. Dari kedua jenis tersebut yang paling saya sukai adalah Knoppix karena sampai artikel ini saya tulis, pengembang Knoppix masih mengembangkan sistem operasi ini, jadi aplikasi-aplikasi yang bisa berjalan lebih up to date.

Ada lagi sistem operasi penyelamat data yang bisa diinstal di flashdisk yaitu Hirens Boot. Sistem operasi ini dikembang dengan ukuran yang kecil tapi lumayan lengkap untuk menyelamatkan data, menghilangkan virus, memperbaiki hardisk dan lain sebagainya.


Demikian artikel mengenai sistem operasi dalam flashdisk, semoga bermanfaat.

Cara Install Package .deb/.rpm/.tgz/.arch di Slitaz

Berikut adalah cara-cara menginstall aplikasi di Slitaz. Langsung saja kita mulai.

* Sebagai contoh disini install paket .deb
* Terlebih dahulu download paket .deb yang akan Anda install
* kemudian buka terminal dan masuk sebagai root.
user@user:~$ su
Password: <<<-- masukkan password dan ENTER
root@user:/home/user#


* disini saya ambil contoh menginstall Mobile Media Converter. Convert blablabla.deb menjadi blablabla.tazpkg
tazpkg convert mmc_1.6.0_i386.deb
Tunggu sampai selesai.

 


* Install blablabla.tazpkg
tazpkg install MobileMediaConverter-1.6.0.tazpkg
tunggu sampai selesai

 


* Hasilnya.


Harus di ingat bahwa waktu mengetikkan nama file huruf besar atau kecil nya harus sama persis.


sumber: retnet-nganjuk

SliTaz GNU/Linux adalah suatu proyek software community-based yang diawali pada 2006 oleh Christophe Lincoln, merupakan suatu Distribusi Linux dengan root filesystem sekitar 100 MB dan mempunyai ISO image berukuran kurang-lebih 30 MB. Slitaz menggunakan kernel berbasis kernel linux 2.6.25.

SliTaz dapat boot baik dari CD atau dari USB flash drive, dalam suatu desktop Openbox yang berjalan pada Xvesa, dan memakai BusyBox untuk semua fungsi utamanya. Distro ini memiliki fungsi yg bagus sebagai desktop dan rescue software dan dapat dijalankan sepenuhnya dalam RAM (jika ukuran memori mencukupi) atau diinstalkan pada hard drive. Slitaz merupakan sistem operasi yang sangat stabil meskipun digunakan hanya dalam bentuk LiveUSB dengan kapasitas memori minimal 120 MB.

SliTaz OS pertama kali dirilis pada 23 Maret 2008 dengan nomor versi 1.0. Setelah dikembangkan kurang lebih selama 1 tahun, SliTaz 2.0 pun dirilis, yaitu pada 16 April 2009. Versi 3.0 dirilis pada 28 Maret 2010, SliTaz 4.0 pada 10 April 2012, dan versi terbarunya SliTaz 5 RC-3 pada 20 Mei 201.

Sampai sekarang ini, SliTaz sudah mulai digemari banyak kalangan karena SliTaz mampu digunakan untuk komputer-komputer tipe terdahulu yang notabene berspek rendah.

Fitur-fitur yang dimiliki Slitaz diantaranya:
  • Bisa diboot/dioperasikan melalui LiveUSB, LiveCD, Harddisk Internal (dengan diinstall), Virtual Machine, Floopy boot disk, dan LAN (menggunakan Preboot Execution Environment), serta internet menggunakan gPXE)
  • menyediakan lebih dari 200 perintah Linux,
  • Lighttpd Web Server,
  • SQLite database,
  • rescue tools,
  • IRC client,
  • SSH client dan server dari Dropbear,
  • X window system,
  • JWM (Joe's Window Manager),
  • gFTP, Geany IDE,
  • AlsaPlayer,
  • Gparted,
  • sound file editor, dan banyak lagi (lebih dari 1400 paket lainnya).
Image ISO SliTaz cukup hanya dengan menggunakan 30 Mb CD dan hanya memerlukan tempat 80 Mb di hardisk.
variasi versi dari distro ini ada yang versi low-ram, justx dan cooking. Distro ini bisa digunakan sebagai: printer sharing server, file sharing server, web development server dan gaming.
Selain itu SliTaz OS merupakan sistem operasi berbasis Linux yang bisa dengan mudah untuk diremaster/dikembangkan sendiri.

Cara membuat Live USB Slitaz

Peralatan:
  • Flash Disk berkapasitas minimal 120 MB
  • Software untuk membuat Live USB (LiveLinuxUSB Creator atau Universal USB creator)
  • 1 unit PC/laptop bersistem operasi windows.
  • ISO SliTaz OS
Langkah-langkah:
  1. Install terlebih dahulu software LinuxLiveUSB Creator atau biasa disebut Lili pada PC/laptop bersistem operasi windows, lalu buka aplikasi tersebut.
  2. Pilih USB Key (dalam hal ini flash disk) Ingat! jangan sampai salah pilih, pilih yang berfile system FAT atau FAT32.
  3. Kemudian masukan file ISO SliTaz ke Lili
  4. Ada 3 pilihan beri tanda centang pada pilihan Anda
  5. Klik icon petir untuk memulai proses. Jika muncul pesan peringatan, klik saja "OK", biasanya itu karena Anda mencentang pilihan "2" pada langkah 4.

Tunggu hingga proses berakhir.

Cara menggunakan LiveUSB SliTaz GNU/Linux

Sebelumnya siapkan dulu peralatannya:
  • LiveUSB SliTaz
  • PC/laptop
Langkah-langkahnya
  1. Dalam keadaan PC/laptop mati, colokkan terlebih dahulu LiveUSB SliTaz. Kemudian nyalakan PC/laptop Anda.
  2. Setelah itu masuk ke Sistem BIOS, kemudian atur "First Boot Device" ke other (USB HDD). Atau bisa juga Anda masuk ke boot loader dengan menekan F12 (atau sesuai dengan PC/Laptop Anda) berulang kali saat PC/laptop baru dihidupkan, kemudian pilih USB HDD.
  3. Setelah itu sistem akan membooting LiveUSB tersebut, setelah sudah masuk ke sistem boot loader SliTaz, pilih SliTaz GNU/Linux atau biarkan saja (jangan lakukan apa-apa/diamkan saja) agar boot loader SliTaz booting secara default dan masuk ke sistem operasi SliTaz.

Cara menginstall SliTaz ke Harddisk

Setelah masuk ke sistem operasi SliTaz, Anda bisa menginstall SliTaz ke harddisk Anda.

langkah-langkahnya:
  1. Buat partisi pada harddisk Anda terlebih dahulu, caranya: Klik SliTaz Button pilh system tools, pilih Gparted. setelah itu untuk memulai installasi SliTaz Klik SliTaz Button, pilih system tools, pilih TazPanel, masuk dengan=> user= root dan password= root
  2. Setelah itu masuk ke menu/tab Install, lalu ikuti petunjuk selanjutnya.
Semoga bermanfaat.

Sumber: Afzalaskhaari

Sistem Operasi Unik dan Jarang Ditemui

KolibriOS
KolibriOS adalah sebuah sistem operasi GUI dengan ukuran sangat kecil. Installasi KolibriOS tersedia dua versi, yang pertama besarnya 1,44 MB dan yang kedua 3 MB dengan tambahan beberapa fitur. Karena ukurannya yang kecil ini, kamu sampai-sampai bisa menyimpannya di dalam floppy disk. Meskipun begitu sistem operasi ini menggunakan GUI yang bisa kamu gunakan dengan sempurna. Kamu bisa melakukan booting dengan KolibriOS menggunakan floppy disk, CD, DVD, Flashdisk atau Hardisk. KolibriOS juga dapat membaca file sistem seperti FAT32, NTFS dan EXT3/4. Ia juga memiliki aplikasi untuk semua tugas dasar komputer, seperti text editor, email client, HTTP client dan masih banyak lagi lainnya. Kunjungi situs resmi KolibriOS di sini.




SLAX
Slax adalah sistem operasi modern yang dapat kamu bawa kemana saja di saku, dibuat berdasarkan Linux Slackware. Untuk sebuah sistem operasi komputer, Slax hanya berukuran 220 MB. Tetapi masih memiliki fitur komputer dasar yang berguna dan masih dapat ditambah dengan menggunakan modul. User dapat membuka modul (banyak aplikasi tersedia seperti Firefox dan Libre Office) dan software yang diinstall secara otomatis. Sistem operasi ini termasuk OS portable, kamu bisa menggunakannya tanpa menginstallnya terlebih dahulu. Kamu hanya perlu menancapkan flashdisk ke komputer, mengatur BIOS agar booting dengan Flashdsik dan Slax akan booting. Data-data yang kamu simpan di Slax akan disimpan di dalam Flasdisk dan ketika kamu buka secara otomatis data akan ada. Kunjungi situs resmi Slax di sini.


ReactOS
Ingin mencari sistem operasi mirip Windows dan gratis? Kamu bisa mencoba ReactOS yang merupakan sistem operasi open source dengan kemampuan mirip Windows. Didesain berdasarkan arsitektur Microsoft NT. Kernel awal dari ReactOS ditulis dari WINE. Ini membuat ReactOS mendukung banyak driver Windows, beberapa software Windows dan GUI mirip Windows XP/2003. Meskipun ReactOS dikembangkan dari open source yang rajin di-maintance, tetapi fungsinya masih jauh dibandingkan dengan Windows 7 atau Windows 8. Tujuan dari ReactOS adalah untuk membuat sistem operasi mirip Windows yang memungkinkan orang-orang untuk mengedit dan menambahkan fitur-fitur keren. Kunjungi situs resmi ReactOS di sini.


Tails
Tails adalah sistem operasi berdasarkan Linux Debian. Tails adalah singkatan dari The Amnesic Incognito Live System, dan dapat digunakan tanpa diinstall, mirip seperti KolibriOS dan Slax yang bersifat portable. Semua yang dijalankan di Tails akan disimpan di RAM, semua file dan history browsing secara otomatis akan dihapus setelah sistem dimatikan karena inilah Tails menggunakan kata Amnesic yang artinya Amnesia. Tails ditujukan untuk user yang benar-benar ingin menjaga privasi, Tails juga menyertakan banyak tools security, termasuk jaringan Tor anonymity, dan tools cryptographic untuk mengenkripsi dan melindungi file, email, IM dan termasuk informasi penting lainnya. Kunjungi situs resmi Tails di sini.



Qubes OS
Qubes OS berdasarkan Xen X, X Windows System dan Linux. Qubes OS memberikan fitur keamaan yang sangat kuat dengan menggunakan security-by-isolation, membuat banyak security domain, yang digunakan seperti Virtual Machine. Domain akan mengatur sendiri pembatasan keamanan dan mengisolasi satu domain dengan domain yang lain. Jadi ada hacker atau malware yang menyerang browser kamu, data-data lainnya akan tetap aman karena setiap domain diisolasikan. Kunjungi situs resmi Qubes OS di sini.


Tiny Core
Tiny Core Linux bukanlah OS berbasis Linux yang manis dan ramah, tidak mudah untuk mengkonfigurasinya, meski tidak bisa juga dikatakan sulit. Tiny Core tidak di desain untuk menjalan software-software yang biasanya powerfull dan diusung distribusi Linux lainnya. Namun ide untuk mengembangkan sistem operasi yang ringan dan kecil hingga berukuran 64MB bahkan lebih kecil lagi adalah pekerjaan yang patut diacungi jempol. Jika kebetulan memiliki komputer yang sangat lawas atau USB Flashdisk yang berukuran kecil sekali, Tiny Core Linux ini dapat menjadi simpanan atau digunakan. Jika memiliki koneksi internet yang demikian lelet maka jika memerlukan OS yang cukup powerful dan berguna dapat mendownload dan meenggunakan OS Tiny Core Linux. Meski komputer dengan high end saat inipun hardwarenya bisa juga dijalankan dan terdeteksi dengan baik oleh Tiny Core Linux.  Kunjungi situs resmi Tiny Core di sini.






Puppy Linux
Puppy linux banyak digunakan sebagai distro dengan minimal footprint. dia adalah sebuah distro lengkap yang dapat diboot pada RAM 48-54 MB dari USB drive, CD, Hard drive, Zip Drive, Network/Thin, Client CD-ROM atau Mini-CD. seluruh OS dan aplikasinya dijalankan dari RAM. Puppy Linux memiliki GUI SFS Boot Manager yang mana memberikan kemudahan user untuk memuat SFS Module. modul ini dapat membuat system untuk dijalankan tanpa menginstal aplikasi yang telah terintegrasi di dalamnya antara lain SeaMonkey, AbiWord, Bluefish, Xfinans, Gaim, Gnumeric, Gxine, JWM, Firefox, KDE, OpenOffcie, Gimp dan Audacity. puppy linux bisa digunakan pada komputer tua, atau melakukan recovery data. puppy linux juga mendukung format windows (Fat 32, NTFS) untuk membaca dan menulis data. Kunjungi situs resmi Puppy Linux di sini.



SliTaz
Ia dapat berjalan pada 128 MB RAM serta dapat dijalankan via Live CD ataupun di install. Live System dari SliTaz memberikan GUI penuh untuk user dan user dapat menyimpan data secara penuh melalui persistent data. Slitaz dibangun dari BusyBox. user dapat menambahkan aplikasi yang ada didalamnya melalui tazpkg package manager yang berjalan di-console. Filesystem Slitaz hanya membutuhkan 100 MB dan ISO Image kurang dari 30 MB. support Web Server oleh LightTPD dengan CGI dan PHP. terlah termasuk Chat, Mail, FTP Client, SSH Client, Server dengan menggunakan Dropbear, serta generator Live USB. untuk internet distro ini menggunakan firefox, multimedia menggunaka alsamiserm audio player dan CD Ripper/Encoder disertai tool untuk burning CD/DVD. menggunakan desktop yang elegant Openbox yang berjalan diatas Xvesa (X Server) dan 1400 package aplikasi yang dapat diinstall dari mirror. Kunjungi situs resmi SliTaz di sini.


Simple Linux
Diturunkan dari Slackware yang berbasis Slax. telah terintegrasi didalamnya berbagai macam aplikasi yang mendukung multimedia, internet, perkantoran dan lain-lain. multimedia yang ditawarkan antara lain Juk, RealPlayer 10, KPlayer, and DVD Player (MPlayer). user dapat melihat video dalam berbagai format, menulis dokumen, print, scan dan burning CD dan DVD. Simple Linux menggunakan XFCE Window Manager, dan datang dengan berbagai tool serta di design untuk digunakan berbagai jenis user. Kunjungi situs download Simple Linux di sini.

5. Vector Linux

distro ini sangat kompatible dengan Intel, AMD dan x86. Vector Linux diturunkan dari Slackware. dia membutuhkan 850 MB Harddisk untuk instalasi. walaupun cukup besar dibanding dengan distro linux lain, Vector linux memberikan desktop lengkap yang dapat digunakan untuk menjelajah dunia maya, menerima email, ICD dan IRC. distro ini juga dapat digunakan sebagai server, dan dapat melakukan compile programnya sendiri. dengan kebutuhan RAM 412 MB untuk berjalan, dia merupakan distro yang layak untuk dijalankan pada komputer tua namun dengan berbagai fitur linux yang nyaris lengkap.
- See more at: http://www.goblooge.com/blog/10-linux-ringan-dan-minimalis-alternatif/#sthash.55Nx2KSz.dpuf

5. Vector Linux

distro ini sangat kompatible dengan Intel, AMD dan x86. Vector Linux diturunkan dari Slackware. dia membutuhkan 850 MB Harddisk untuk instalasi. walaupun cukup besar dibanding dengan distro linux lain, Vector linux memberikan desktop lengkap yang dapat digunakan untuk menjelajah dunia maya, menerima email, ICD dan IRC. distro ini juga dapat digunakan sebagai server, dan dapat melakukan compile programnya sendiri. dengan kebutuhan RAM 412 MB untuk berjalan, dia merupakan distro yang layak untuk dijalankan pada komputer tua namun dengan berbagai fitur linux yang nyaris lengkap.
- See more at: http://www.goblooge.com/blog/10-linux-ringan-dan-minimalis-alternatif/#sthash.55Nx2KSz.dpuf



Vector Linux
Distro ini sangat kompatible dengan Intel, AMD dan x86. Vector Linux diturunkan dari Slackware. dia membutuhkan 850 MB Harddisk untuk instalasi. walaupun cukup besar dibanding dengan distro linux lain, Vector linux memberikan desktop lengkap yang dapat digunakan untuk menjelajah dunia maya, menerima email, ICD dan IRC. distro ini juga dapat digunakan sebagai server, dan dapat melakukan compile programnya sendiri. dengan kebutuhan RAM 412 MB untuk berjalan, dia merupakan distro yang layak untuk dijalankan pada komputer tua namun dengan berbagai fitur linux yang nyaris lengkap. Kunjungi situs resmi Vector Linux di sini.

















sumber: Kaskus, goblooge dan berbagai sumber

Linux SLAX


Sistem Operasi Slax Slax diciptakan oleh Tomas Matejicek dari Republik Ceko, tujuannya adalah membuat Slackware dapat dijalankan pada CD, USB flashdisk, kamera, ipod, handphone dan perangkat mass storage yang lain hanya dengan kapasitas yang relatif kecil seperti 190 MB. Dengan Slax, pengguna dapat membuat dokumen, berselancar internet, mendengarkan musik, ataupun memutar film.
Keistimewaan dari Slax adalah memungkinkan pengguna untuk membuat module sendiri dan paket-paket yang ingin digunakan dikonversi dengan mudah menjadi module dan otomatis diload saat booting. Selain itu, Tomas menyediakan script untuk membuat distro live dari distro yang terinstalasi pada harddisk pengguna sehingga distro-distro lain seperti Ubuntu, Fedora, Debian, dan beserta turunanya dapat dijalankan langsung dari perangkat portable. Banyak pihak yang mengembangkan distronya dengan menggunakan Slax module. Salah satunya adalah GoblinX dan Backtrack.
Slax adalah system operasi Linux yang modern, portable, dan cepat dengan sistem bersifat modular dan desain yang luar biasa. Walaupun ukuran kecil, Slax menyediakan sangat banyak software pre- installed untuk penggunaan sehari-hari, termasuk pengaturan grafik user interface yang bagus dan recovery tools yang sangat berguna bagi system administrator. System modular pada Slax ini memberikan kita fasilitas untuk memasukkan software-software dengan sangat mudah. Jika misalnya kita ingin text editor favorit kita, networking tool, atau mungkin juga game, kita dengan mudah dapat mengunduh module dengan software yang kita inginkan, kemudian mengcopynya ke Slax, tidak perlu menginstall hanya aktivasi.

Slax for USB adalah Slax yang didistribusikan dalam format TAR atau ZIP, yang dirancang untuk dilakukan unpacked ke dalam writeable disk. Jika Anda tidak tahu apa itu format TAR, mungkin Anda dapat menyamakannya dengan ZIP archive. Kita cukup meng-extract archive tadi langsung ke dalam USB flash disk, ke MP3 player, atau mungkin ke hard disk. Kebanyakan program archival dapat meng-extract format TAR tanpa masalah yang berarti. Slax for USB diatur untuk menyimpan semua pengubahan yang dibuat ke boot media (disk), jadi system ini akan bekerja seperti system operasi yang di-install secara normal. Semoga bermanfaat.

Membuat auto mount partisi NTFS di Ubuntu

Untuk membuat parisi NTFS milik windows terbaca secara otomatis saat pertama kali linux dihidupkan, berikut caranya:

melihat lokasi partisi yang akan di mount otomatis

$ sudo fdisk -l



kemudian buatlah direktori didalam folder /media/
$ sudo mkdir /media/D
Setelah folder untuk menyimpan partisi NTFS selesai dibuat, lalu ketikan perintah

$ sudo gedit /etc/fstab

kemudian tambahkan perintah seperti dibawah ini dan letakkan di baris paling bawah
/dev/sdax /media/D ntfs defaults 0 0 ( tanda "x" dibelakang sda untuk memilih partisi yang akan di mount otomatis )

Setalah perintah diatas selesai dimasukkan, langkah selanjutnya dengan mengetekian perintah :

$ sudo mount -a

Perintah diatas untuk mengaktifkan partisi yg di mount

Selesai dan restart linux untuk memastikan partisi yang telah kita mount berjalan otomatis saat linux dihidupkan.








source: http://rifiyansah.blogspot.com/2012/05/cara-mudah-membuat-auto-mount-partisi.html

Mounting Partisi NTFS dan FAT di Ubuntu

Ini dari blognya aslibumiayu. Untung ketemu ini, jadi lega setelah partisi Hardiskku yg sempet bermasalah jadi normal kembali. Ni dia keterangannya yang saya edit dikit:

Cara mount drive NTFS atau FAT di Ubuntu. Ada beberapa pilihan mounting partisi di Ubuntu, yaitu:
1. mount/unmount Partisi Windows (NTFS) secara manual (Read Only)
2. mount/unmount Partisi Windows (FAT) secara manual (read/write)
3. mount Partisi Windows (NTFS) secara otomastis saat Boot Up (Read/Write)
4. mountPartisi Windows (FAT) secara otomastis saat Boot Up (Read/Write)

Mount/unmount secara manual, nampaknya berguna kalau kita menjalankan Komputer kita dengan Live CD. Sedangkan yang no.3 bagus untuk dipakai pada Ubuntu yang sudah terinstal di hardisk agar kita tidak repot2 melakukan mounting setiap kita perlu data2 di hardisk NTFS kita.
Melakukan mount/unmount di Ubuntu dilakukan dengan cara mengetikkan perintah-perintah pada “Terminal”, yaitu: Tekan tombol Windows pada keyboard dan pilih "Terminal".
Ketikan perintah yang kita inginkan di Terminal setelah prompt/tanda “~$ ” .
Berikut ini adalah perintah-perintah untuk mount/unmount Partisi windows.
Dalam posting ini diasumsikan lokasi partisi Windows kita adalah /dev/hda1 . Local mount folder: /media/windows (di laptop saya, File system Windows ada di hda1 dan partsi data ada di hda5. Sedangkan partisi linux yang dibuatkan Ubuntu ada di hda3 dan hda6.) Jadi sesuaikan dengan lokasi partisi anda!
Kali aja ada pembaca yang lebih ga ngerti dari saya; “unmount” itu artinya agar partisi Windows kita kembali tidak terbaca oleh Ubuntu.
1. mount/unmount Partisi Windows (NTFS) secara manual (Read Only):
Mount:
sudo mkdir /media/windowssudo mount /dev/hda1 /media/windows/ -t ntfs -o nls=utf8,umask=0222
Unmount :
sudo umount /media/windows/
2. mount/unmount Partisi Windows (FAT) secara manual (read/write)
Mount:
sudo mkdir /media/windowssudo mount /dev/hda1 /media/windows/ -t vfat -o iocharset=utf8,umask=000
Unmount :
sudo umount /media/windows/
3. mount Partisi Windows (NTFS) secara otomastis saat Boot Up (Read/Write)
sudo mkdir /media/windowssudo cp /etc/fstab /etc/fstab_backupgksudo gedit /etc/fstab
Kemudian akan muncul Pop-up window, ganti kalimat terakhir pd pop-up window tsb dengan:
/dev/hda1 /media/windows ntfs nls=utf8,umask=0222 0 0
(ubah hda1 dengan nama partisi windows kita, tapi biasanya file system Windows memang ada di hda1, sedangan partisi windows lainnya belum tentu sama). Kemudian Save untuk menyimpan perubahan settingan tadi.
4. mount Partisi Windows (FAT) secara otomastis saat Boot Up (Read/Write)
sudo mkdir /media/windows
sudo cp /etc/fstab /etc/fstab_backupgk
sudo gedit /etc/fstab
Kemudian akan muncul Pop-up window, ganti kalimat terakhir pd pop-up window tsb dengan:
/dev/hda1 /media/windows vfat iocharset=utf8,umask=000 0 0
(ubah hda1 dengan nama partisi windows kita, tapi biasanya file system Windows memang ada di hda1, sedangan partisi windows lainnya belum tentu sama). Kemudian Save untuk menyimpan perubahan settingan tadi.
Setelah di-mount, Reboot Komputer
Terakhir, setelah mengetikan perintah “mount” di Terminal (kemudian tekan enter), maka akan ditanya password kemudian masukan password rootnya.

Thank y bro yang dari Bumiayu.

Sumber:  aslibumiayu

Copy Paste di Terminal Linux

Pada standar terminal untuk copy dan paste harus menggunakan mouse/touchpad dengan mengklik kanan lalu pilih Copy/Paste.
Sedangkan untuk Keyboard Shortcuts (Ctrl+C dan Ctrl+V) tidak aktif atau tidak berfungsi di terminal. Walaupun bisa, harus menekan tombil (Ctrl+Shift+C dan Ctrl+Shift+V), ribet kan.

Langsung aja, bpen terminal - Ctrl+Alt+T.
Ketikkan perintah berikut di terminal:

$ gconftool-2 -s /apps/gnome-terminal/keybindings/copy -t str '<Ctrl>c'
$ gconftool-2 --type string --set /apps/gnome-terminal/keybindings/paste '<Ctrl>v'


Setelah perintah di masukkan, coba gunakan keyboard shorcuts-nya, jika belum bisa, restart dulu. Dan sekarang kita sudah bisa menggunakan (Ctrl+C dan Ctrl+V).


Sumber: mancunian